Berita Nasional (4)
Buku (13)
Info Pendidikan Nasional (111)
Info Pendidikan PAUD (17)
Info Pendidikan SD/MI (35)
Info Pendidikan SMA (8)
Info Pendidikan SMP (49)
Modul (35)
Perpustakaan (7)
Source Code (7)
Template (3)
Undang-undang RI (1)





















• 15 Januari 2010
Workshop Kolaborasi PHP dan jQuery

• 29 Oktober 2009
Workshop VBA Programming for Excel

• 29 Oktober 2009
Bedah Buku "Membongkar Trik Rahasia Master PHP"

• 14 Maret 2009
Seminar "Membangun Portal Berita ala Detik.com"


Beranda » Info Pendidikan Nasional » Jamu Gendong, Warisan Leluhur yang Sudah Ada Sejak Ratusan Tahun Silam

Selasa, 01 Juni 2021 - 06:19:25 WIB
Jamu Gendong, Warisan Leluhur yang Sudah Ada Sejak Ratusan Tahun Silam
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Info Pendidikan Nasional - Dibaca: 15441 kali

Halo, Sobat ! Apakah kalian pernah melihat ibu-ibu yang menggendong bakul berisikan botol-botol jamu? Biasanya, masyarakat menyebutnya dengan istilah “jamu gendong”. Ternyata, jamu gendong sudah ada sejak masa kerajaan Hindu-Buddha loh! Penasaran seperti apa sejarah jamu gendong? Yuk simak artikel ini untuk informasi selengkapnya!

Jamu, minuman warisan leluhur

Kata jamu berasal dari bahasa Jawa kuno, yaitu jampi atau usodo. Jampi atau usodo memiliki arti penyembuhan menggunakan ramuan obat-obatan atau doa-doa. Istilah jampi banyak ditemukan pada naskah kuno, seperti pada naskah Gatotkacasraya yang ditulis oleh Mpu Panuluh dari Kerajaan Kediri pada masa Raja Jayabaya.

Jamu merupakan warisan leluhur yang sangat berharga. Minuman ini telah memegang peranan penting dalam pemeliharaan kesehatan dan kebugaran masyarakat nusantara sejak ratusan tahun silam. 

Secara sederhana, jamu dapat juga disebut sebagai obat herbal asli Indonesia yang diracik menggunakan bahan-bahan alami untuk menjaga kesehatan dan juga menyembuhkan penyakit. Bahan-bahan yang digunakan cukup mudah ditemukan di lingkungan seperti daun, rimpang, batang, buah, bunga, dan kulit batang.

Jamu sendiri memiliki beberapa jenis, mulai dari yang berbentuk kapsul, tablet, sachet, hingga tradisional seperti jamu gendong. Dari berbagai jenis tersebut, jamu tradisional atau yang lebih dikenal dengan jamu gendong masih digemari masyarakat dari bermacam kalangan.

Arti dari menggendong bakul jamu

Jamu gendong adalah jamu hasil produksi rumahan (home industry). Jamu ini dijajakan dengan cara memasukkannya ke dalam botol-botol. Kemudian, botol-botol ini disusun secara rapi di dalam bakul. Setelah itu, penjual jamu akan menggendong bakul yang berisi jamu tersebut saat berjualan. Itulah sebabnya, jamu ini dikenal sebagai jamu gendong. 

Biasanya para penjual jamu gendong memasarkan dagangannya dengan cara berkeliling setiap hari. Penjual jamu gendong kebanyakan adalah kaum hawa. Hal ini karena dahulu tenaga laki-laki lebih diperlukan dalam bidang pertanian.

Hal yang membuat menarik dari jamu gendong adalah cara membawa barang dagangannya, yaitu digendong menggunakan kain batik, jarik, dan sebagainya. Ini adalah ciri khas perempuan Jawa dari dulu, bahkan sampai saat ini. Tidak hanya jamu, dagangan lain seperti pecel, nasi liwet, dan juga aneka jajanan juga sering dijajakan dengan cara digendong.

“Menggendong” memiliki arti dan makna tersendiri. Menggendong identik dengan seorang ibu yang memomong anak kecil. Jadi, perempuan Jawa menggendong barang dagangannya (rezeki) seperti membawa anak kecil yang harus dilakukan dengan lemah lembut dan telaten. 

Sudah ada sejak zaman kerajaan Hindu-Buddha

 

Siapa sangka jamu sudah ada sejak zaman dahulu? Terdapat banyak sekali bukti sejarah yang menyebut bahwa jamu telah ada pada zaman kerajaan Hindu-Buddha. Relief yang menggambarkan pembuatan atau penggunaan jamu ditemukan pada beberapa candi di Indonesia seperti Candi Borobudur, Prambanan, Penataran, Sukuh, dan Tegalwangi. 

Selain dari relief candi, jamu juga ada dalam Prasasti Madhawapura peninggalan Kerajaan Majapahit. Dalam prasasti, disebutkan bahwa profesi peracik jamu yang disebut dengan acaraki. Seorang acaraki harus berdoa terlebih dulu sebelum meracik jamu. Ia juga harus bermeditasi dan berpuasa sebelum meramu jamu. 

Semua ini harus dilakukan supaya ia bisa merasakan energi positif yang bermanfaat untuk kesehatan. Ritual ini dilakukan karena masyarakat Jawa kuno percaya bahwa Tuhan adalah sang penyembuh sejati.

Awalnya, jamu hanya diperuntukkan bagi kalangan istana kerajaan. Namun lambat-laun akhirnya jamu mulai didistribusikan untuk masyarakat. Pada perkembangan selanjutnya banyak pedagang yang berjualan jamu secara berkeliling. Laki-laki membawanya dengan dipikul, perempuan membawanya dengan digendong.

Seperti yang telah disebutkan di atas tadi, tenaga laki-laki lebih dibutuhkan di bidang pertanian. Maka dari itu penjual jamu mulai didominasi oleh kaum perempuan yang menjajakannya dengan cara digendong.

Saat ini, jamu tradisional masih sering dijumpai. Hanya saja cara menjajakannya sudah bervariasi, ada yang menggunakan sepeda, motor, ataupun gerobak. Meski berbeda cara menjajakannya, jamu yang dijual masih sama seperti penjual jamu gendong.

Sekarang Sobat SMP sudah mengetahui tentang jamu gendong. Siapa nih yang sudah pernah merasakan jamu gendong? Yuk tulis pengalaman kalian di kolom komentar ya Sobat SMP!


 

 Referensi: Buku Jamu Gendong Solusi Sehat Tanpa Obat terbitan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa tahun 2018



1296 Komentar :

Mega888Sg.com
02 Juni 2021 - 03:20:03 WIB

What's up to all, how is the whole thing, I think every one is getting more from this web page, and your views are nice in favor of new people.
https://xe88-app.com/
02 Juni 2021 - 03:35:35 WIB

Hurrah, that's what I was looking for, what a stuff! present here at
this blog, thanks admin of this web page.
kiosk epicwin vip
02 Juni 2021 - 04:35:06 WIB

First of all I would like to say terrific blog!
I had a quick question that I'd like to ask if you do not mind.
I was interested to find out how you center yourself and clear your mind prior
to writing. I've had trouble clearing my mind in getting my ideas out there.
I truly do enjoy writing but it just seems like the first 10
to 15 minutes are usually wasted just trying to figure out
how to begin. Any suggestions or tips? Cheers!
Joker138 net download
02 Juni 2021 - 04:49:48 WIB

Saya tidak bisa menahan diri dari berkomentar. Baik ditulis!
agen 3win8
02 Juni 2021 - 04:56:08 WIB

Hi there, There's no doubt that your web site might be having web browser compatibility problems.
Whenever I take a look at your website in Safari,
it looks fine but when opening in IE, it's got some overlapping
issues. I merely wanted to provide you with a quick heads up!
Other than that, fantastic website!
www ace333apk
02 Juni 2021 - 05:00:11 WIB

Can you tell us more about this? I'd want to find out more
details.
playboy2apk ios
02 Juni 2021 - 05:49:53 WIB

Good way of describing, and good piece of writing to obtain information concerning my presentation topic, which i
am going to deliver in academy.
https://sg918kiss.com/playboy2
02 Juni 2021 - 05:53:15 WIB

Excellent goods from you, man. I have consider
your stuff prior to and you're simply too excellent. I really
like what you have received here, really like what you're saying and the best way wherein you assert it.
You make it entertaining and you continue to care for to stay it sensible.

I can't wait to read far more from you. This is
really a terrific website.
계룡출장마사지
02 Juni 2021 - 06:06:14 WIB

Just wish to say your article is as astounding. The clarity to your put up
is just cool and that i can assume you're a professional on this subject.
Well along with your permission let me to take hold of your feed to stay
updated with imminent post. Thank you a million and please keep up the rewarding work.
https://bgoldbet.com
02 Juni 2021 - 06:16:13 WIB

Incredible points. Great arguments. Keep up the amazing work.
<< First | < Prev | 1 | 2 | 3 | ... | 130 | Next > | Last >>

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 


Langganan RSS





/ /


Juni, 2021
MSSR KJS
  12345
6789101112
131415161718 19
20212223242526
27282930   





942096

Pengunjung hari ini : 1385
Total pengunjung : 97902

Hits hari ini : 11110
Total Hits : 942096

Pengunjung Online: 52





Apa Browser Favorit Anda?

Internet Explorer
Mozilla Firefox
Google Chrome
Opera

Lihat Hasil Poling







Nama :
Website :
Pesan