assyfa.my.id, Tasikmalaya – Melihat dan mendengar dari beberapa media dan informasi dari Antariksa Indonesia bahwa hari ini Sabtu, 4 Desember 2021 akan ada dua fenomena langit luar biasa akan terjadi dan sayang dilweatkan.

Pertama adalah akan adanya gerhana matahari total di antartika, dan supermoon.

Sebelum lebih jauh kapan dan jam berapa terjadinya gerhana tersebut, kita mengenal dulu apa itu gerhana matahari total dan supermoon. Berikut penjelasannya.

Pada dasarnya ada empat jenis gerhana matahari, yaitu:

  • Gerhana matahari total, yaitu ketika bulan menutupi seluruh matahari sehingga korona (yang menyelubungi matahari dan biasanya jauh lebih redup daripada matahari) menjadi terlihat. Pada peristiwa gerhana total, gerhana total hanya tampak di sebuah “jalur” kecil di permukaan bumi.
  • Gerhana matahari cincin, yaitu ketika bulan berada tepat di tengah-tengah matahari dan bumi, tetapi ukuran tampaknya lebih kecil dibandingkan dengan ukuran tampak matahari. Alhasil, pinggiran matahari terlihat sebagai cincin yang sangat terang dan mengelilingi bulan yang tampak sebagai bundaran gelap.
  • Gerhana matahari campuran atau hibrida antara gerhana total dan gerhana cincin. Di sebagian permukaan bumi terlihat gerhana total, sedangan di titik lain terlihat gerhana cincin. Gerhana campuran seperti ini cukup langka.
  • Gerhana matahari sebagian terjadi ketika bulan berada tidak tepat di tengah-tengah garis antara matahari dan bumi, sehingga hanya menutupi sebagian matahari. Fenomena ini biasanya terlihat di banyak titik di luar jalur gerhana total atau cincin. Kadang, yang terlihat di bumi hanyalah gerhana sebagian karena umbra (bayangan yang menyebabkan gerhana total) tidak berpotongan dengan bumi dan hanya melewati daerah di atas kawasan kutub. Gerhana sebagian biasanya tidak begitu mempengaruhi terangnya sinar matahari. Kegelapan baru dapat dirasakan ketika lebih dari 90% matahari tertutup bulan, dan bahkan gerhana sebagian yang mencapai 99% tidak lebih gelap dibanding keadaan senja atau fajar.

Superbulan adalah istilah yang digunakan oleh para astrolog untuk menggambarkan keadaan bulan penuh ketika bulan berada dalam posisi terdekatnya dengan Bumi (apsis/perigee). Istilah ini tidak diterima secara luas, terutama di kalangan ilmuwan. Secara spesifik, superbulan bisa merupakan bulan purnama atau bulan baru, yang jaraknya dengan bumi sekitar 10% atau kurang dari jarak lintasannya dengan bumi. Ketika fenomena ini terjadi, bulan tampak lebih besar dan lebih terang, meskipun perubahan jaraknya hanya beberapa kilometer.

Untuk gerhana matahari total yang merupakan fenomena langka dan hanya bisa disaksikan di Antartika itu, akan dimulai sejak pukul 07.03-08.04 Universal Time, wilayah Antartika yang terkena umbra Bulan akan mengalami gerhana Matahari Total dengan durasi totalitas antara 90-116 detik.

Mengutip laman resmi Lapan, disebutkan jika lebar umbra Bulan di permukaan Bumi bervariasi antara 421-450 km. Sedangkan wilayah yang terkena penumbra Bulan seperti Republik Afrika Selatan, Namibia, Australia bagian selatan (Victoria, sebagian New South Wales, Teritori Ibukota Australia dan Tasmania) akan mengalami Gerhana Matahari Sebagian dengan lebar gerhana kurang dari 10% diameter Matahari.

Sedangkan Kepulauan Malvinas dan Tierra del Fuego akan mengalami Gerhana Matahari Sebagian dengan lebar gerhana antara 10%-40% diameter Matahari. Georgia Selatan dan Kepulauan Sandwich Selatan mengalami Gerhana Matahari Sebagian dengan lebar gerhana antara 93-97% diameter Matahari. Gerhana Matahari Total kali ini merupakan gerhana ke-13 dari 70 gerhana dalam Seri Saros ke-152. Gerhana Matahari Total di Antartika dalam Seri Saros 152 sebelumnya pernah terjadi pada 23 November 2003 dan akan terjadi kembali pada 15 Desember 2039 dan 26 Desember 2057. Sedangkan supermoon atau bulan baru adalah fase Bulan Baru yang waktu kejadiannya berdekatan dengan saat Perige Bulan. Bulan Baru kali ini terjadi pada pukul 14.43.03 WIB dengan jarak geosentrik 356.805 km dan lebar sudut 33,49 menit busur. Sedangkan Perige Bulan terjadi dua jam setelahnya yakni pada pukul 16.57.44 WIB dengan jarak geosentrik 356.796 km dan lebar sudut 33,49 menit busur.

Sejak awal fajar astronomis (75 menit sebelum terbit Matahari), Sobat dapat menyaksikan Mars dari arah Tenggara selama 50 menit. Merkurius sudah terbenam saat awal senja bahari (25 menit setelah terbenam Matahari). Venus masih bertengger di ufuk selama 2 jam 30 menit sejak awal senja bahari di arah Barat Daya bersama-sama dengan Jupiter dan Saturnus. Saturnus terbenam pada pukul 22.00 waktu setempat, dan menyusul satu jam setelahnya, Jupiter terbenam pada pukul 23.00 waktu setempat.

Bulan Baru Super adalah fenomena tahunan, terakhir terjadi pada tanggal 30 Agustus 2019, 29 September 2019 dan 17 Oktober 2020, dan akan terjadi kembali pada 21 Januari 2023, 10 Maret 2024 dan 27 April 2025.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan