Pengemasan Bahan Ajar

  • Pengertian Pengemasan Bahan Ajar

Pengemasan bahan ajar adalah mengemas materi menjadi lebih baik, dengan cara menjadikan secara ringkas agar efektif dan efisien dalam menyampaikan materi pembelajaran.

  • Prinsip Pengemasan Bahan Ajar
  1. Novelty, artinya suatu pesan akan bermakna apabila bersifat baru atau mutahir dengan demikian, maka setiap guru perlu mengikuti berbagai kemajuan dalam peekembangan ilmu npengetahuan sesuai dengan bidang studi yang diajarkannya.
  2. Proximity, artinya pesan yang disampaikan harus sesuai dengan pengalaman siswa.
  3. Conflict, artinya pesan yang disajikan sebaiknya dikemas sedemimikian rupa sehingga mengunggah emosi.
  4. Humor, artinya pesan yang disampaikan sebaiknya dikemas dengan menamplikan kesan lucu.
  • Sumber Materi Bahan Ajar
  1. Bahan ajar pandang (visual) yang terdiri dari bahan cetak (printed) seperti handout, buku, modul, hasil penelitian, LKS, brosur, foto atau gambar, dan non cetak (non printed) seperti model atau market.
  2. Bahan ajar dengar (audio) seperti kaset, radio, piring hitam, dan compact disk audio.
  3. Bahan ajar pandang dengar (audio visual) seperti video campact disk dan film.
  4. Bahan ajar multimedia interaktif (interactive teaching material) seperti CAI (computer assistented instruction) compact disk (CD), multi media pembelajaran interaktif dan bahan ajar berbasis web (web based learning materials)
  • Langakah-langkah Pengembangan Bahan Ajar

Secara garis besar langkah-langkag pengembangan bahan ajar meliputi :

  1. Mengidentifikasi aspek-aspek yang terdapat dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar yang menjadi acuan atau rujukan pengembangan materi pembelajaran.
  2. Identifikasi jenis-jenis materi pembelajaran.
  3. Memilih jenis materi yang sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar.
  4. Memilih sumber materi pembelajaran, dan selanjutnya mengemas materi pembelajaran tersebut.

Jadi, Pengemasan bahan ajar adalah mengemas materi menjadi lebih baik, dengan cara menjadikan secara ringkas agar efektif dan efisien dalam menyampaikan materi pembelajaran.

Bahan pembelajaran apapun yang dibuat oleh tenaga pendidik tentu bahan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan belajar dalam rangka pencapaian kompetensi yang diinginkan.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan