Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Sekolah Dasar sebagai Umpan Balik Pembelajaran






Berita Nasional (26)
Buku (13)
Info Pendidikan Nasional (131)
Info Pendidikan PAUD (17)
Info Pendidikan SD/MI (38)
Info Pendidikan SMA (8)
Info Pendidikan SMP (61)
Modul (36)
Perpustakaan (7)
Source Code (7)
Template (4)
Undang-undang RI (1)





















• 15 Januari 2010
Workshop Kolaborasi PHP dan jQuery

• 29 Oktober 2009
Workshop VBA Programming for Excel

• 29 Oktober 2009
Bedah Buku "Membongkar Trik Rahasia Master PHP"

• 14 Maret 2009
Seminar "Membangun Portal Berita ala Detik.com"


Beranda » Info Pendidikan Nasional » Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Sekolah Dasar sebagai Umpan Balik Pembelajaran

Senin, 26 Juli 2021 - 10:05:43 WIB
Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Sekolah Dasar sebagai Umpan Balik Pembelajaran
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Info Pendidikan Nasional - Dibaca: 125 kali

Pemerintah terus mendorong semua wilayah yang masuk zona hijau Covid-19 agar menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Hal tersebut dilakukan karena belajar dari rumah, baik yang dilakukan secara daring maupun luring, memberikan dampak yang beragam kepada anak, orang tua dan guru. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian pemerintah adalah kekhawatiran terhadap pergeseran perilaku atau karakter anak-anak.

“Pemerintah melalui SKB 4 Menteri telah mendorong pemberlakuan PTM terbatas pada tahun ajaran 2021/2022 yang dimulai Juli ini untuk daerah zona hijau. Sekolah yang sudah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas harus berpedoman pada peraturan Pemda setempat, terutama terkait kebijakan pemberlakuan PPKM,” ujar Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd., Direktur Sekolah Dasar, Kemendikbudristek dalam webinar yang disiarkan secara langsung di channel Youtube DitpsdTv, Sabtu, 24 Juli 2021.

Ia melanjutkan, berdasarkan data survei Kemendikbudristek, dari 536 ribu sekolah jenjang PAUD, SD, SMP hingga SMA di seluruh Indonesia, sebanyak 218 ribu sekolah telah mengisi survei. Dari jumlah sekolah yang mengisi survei, sebanyak 69 ribu sekolah sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka. Sedangkan 149 ribu sekolah masih harus melanjutkan pembelajaran dari rumah baik daring maupun luring.

“Meski demikian, guru di sekolah tetap harus melakukan penilaian sebagai respons hasil belajar siswa. Baik siswa yang belajar tatap muka di sekolah maupun siswa yang tetap melaksanakan pembelajaran dari rumah,” tutur Sri Wahyuningsih.

Penilaian pembelajaran merupakan respons untuk menjaga semangat dan psikologis anak selama melakukan pembajaran di tengah pandemi. Oleh karena itu, Sri menegaskan, tidak boleh ada diskriminasi dalam penilaian pada peserta didik, baik yang melaksanakan pembelajaran tatap muka maupun yang belajar di rumah.

“Belajar di masa pandemi ini melibatkan orang tua untuk memberikan izin putra-putrinya belajar di sekolah atau belajar dari rumah. Ini menjadi kewajiban kawan-kawan guru untuk memberikan penilaian tanpa ada diskriminasi,” tegasnya.

Dr. Susanti Sufyadi, S.Pd., M.A., Koordinator Substansi Pembelajaran, Pusat Asesmen dan Pembelajaran menjelaskan, kecepatan anak-anak dalam belajar sangat berbeda-beda. Cara guru agar dapat mengetahui kemampuan dan kebutuhan yang beragam dari peserta didik salah satunya adalah dengan penilaian atau asesmen.

Ia menambahkan, penilaian lebih banyak dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan yang berbeda dari para peserta didik selama proses pembelajaran. Asesmen bagian dari belajar mengumpulkan informasi untuk kemudian mengisi laporan hasil akhirnya. Bagian dari penilaian itu bisa berjalan kalau formatifnya berjalan dengan baik.

“Jadi harus formatif dulu. Siklus formatnya seperti apa? Apakah ada kebutuhan yang berbeda, lalu dilakukan perbaikan, baru nanti hasil asesmen sumatif. Itulah yang merupakan potret dari proses pembelajaran. Dikumpulkan, diperkuat dengan hasil formatif dan baru akan masuk ke laporan,” ujarnya menjelaskan.

Selama ini, lanjut Susanti, pelaksanaan penilaian cenderung berfokus pada nilai sumatif yang dijadikan acuan untuk mengisi laporan hasil belajar. Mungkin karena submatifnya saja yang terlihat dan yang juga diminta pemerintah.

“Sementara pemanfaatan untuk umpan balik sendiri harus formatif dulu dimanfaatkan dengan baik untuk perbaikan. Hasil pembelajaran lalu kemudian baru ke sumatif,” tuturnya.

Sementara itu, Dr. Nita Isnaeni, S.I.P., M.Pd., Sub Koordinator Pokja Pembelajaran, Direktorat GTK Pendidikan Dasar menambahkan, dengan penilaian, guru dapat mengklasifikasikan apakah seorang peserta didik termasuk kelompok peserta didik yang pandai, cukup, atau kurang di kelasnya. Dengan penilaian, guru dapat mengetahui keberhasilan pencapaian tujuan, penguasaan peserta didik terhadap pelajaran, serta ketepatan atau keefektifan metode mengajar.

“Selain itu, tugas fungsi guru dalam proses hasil belajar peserta didik adalah merencanakan, melaksanakan penilaian untuk membimbing pelaksanaan tugas tambahan,” ujarnya.

Di sisi lain, Dindin Rosyidin, M.Pd., Kepala Sekolah SD Labschool FIP UMJ, membagi praktik penilaian yang dilakukan terhadap peserta didik, terutama saat peserta didik melaksanakan pembelajaran di rumah selama pandemi.

Pertama, ada penilaian kinerja yang dilakukan KD IPA kelas 1. Ada pengurutan benda, kejadian, keadaan berdasarkan panjang, berat, lamanya waktu, dan suhu.

“Siswa diminta membuat timbangan sederhana dengan gantungan baju dan kantong plastik. Lalu siswa membandingkan berat benda yang ada di rumah dengan timbangan sederhana menggunakan satuan tidak baku, kemudian mempresentasikan hasil percobaannya di depan kelas zoom,” tutur Dindin.

Sementara untuk penilaian proyek dilakukan untuk KD IPA kelas 6 yang menyajikan karya tentang perkembangbiakan tumbuhan. Siswa diminta menanam salah satu tumbuhan dengan cara perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif alami. Siswa kemudian menuliskan laporan pengamatan perkembangan tumbuhan yang mereka tanam selama 14 hari atau 2 pekan.

“Selanjutnya sekolah Lab School FIP UMJ juga melakukan penilaian produk bagi KD SBDP kelas 5 dengan membuat gambar cerita. Aktivitasnya adalah siswa membuat cerita bergambar dengan tema tertentu dalam bentuk komik,” imbuh Dindin.

Selanjutnya adalah penilaian portofolio KD Bahasa Indonesia kelas  1. Yaitu menyampaikan penjelasan dengan kosa kata bahasa Indonesia dan dibantu dengan bahasa daerah mengenai peristiwa siang dan malam dalam teks tulis dan gambar.

“Aktivitasnya siswa diminta untuk mengidentifikasi suasana yang menunjukkan pagi hari, lalu menggunting dan menempelkan gambar suasana pada pagi hari, siang hari dan malam hari. Setelah itu siswa mengompile-nya menjadi portofolio,” pungkasnya.


Referensi : klik



1 Komentar :

messi tøj
20 Oktober 2021 - 03:28:21 WIB

Hello mates, how is all, and what you would
like to say concerning this piece of writing, in my view its truly
awesome for me. messi tøj
JerryNort marseille tröja DelphiaCh
<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 


Langganan RSS





/ /


Oktober, 2021
MSSR KJS
     12
3456789
10111213141516
1718192021 2223
24252627282930
31      





10109251

Pengunjung hari ini : 2900
Total pengunjung : 698785

Hits hari ini : 32949
Total Hits : 10109249

Pengunjung Online: 159





Apa Browser Favorit Anda?

Internet Explorer
Mozilla Firefox
Google Chrome
Opera

Lihat Hasil Poling







Nama :
Website :
Pesan