Berita Nasional (29)
Buku (13)
Info Pendidikan Nasional (146)
Info Pendidikan PAUD (17)
Info Pendidikan SD/MI (38)
Info Pendidikan SMA (8)
Info Pendidikan SMP (61)
Modul (36)
Perpustakaan (7)
Source Code (7)
Template (5)
Undang-undang RI (1)





















• 15 Januari 2010
Workshop Kolaborasi PHP dan jQuery

• 29 Oktober 2009
Workshop VBA Programming for Excel

• 29 Oktober 2009
Bedah Buku "Membongkar Trik Rahasia Master PHP"

• 14 Maret 2009
Seminar "Membangun Portal Berita ala Detik.com"


Beranda » Info Pendidikan Nasional » Jamu Gendong, Warisan Leluhur yang Sudah Ada Sejak Ratusan Tahun Silam

Selasa, 01 Juni 2021 - 06:19:25 WIB
Jamu Gendong, Warisan Leluhur yang Sudah Ada Sejak Ratusan Tahun Silam
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Info Pendidikan Nasional - Dibaca: 96895 kali

Halo, Sobat ! Apakah kalian pernah melihat ibu-ibu yang menggendong bakul berisikan botol-botol jamu? Biasanya, masyarakat menyebutnya dengan istilah “jamu gendong”. Ternyata, jamu gendong sudah ada sejak masa kerajaan Hindu-Buddha loh! Penasaran seperti apa sejarah jamu gendong? Yuk simak artikel ini untuk informasi selengkapnya!

Jamu, minuman warisan leluhur

Kata jamu berasal dari bahasa Jawa kuno, yaitu jampi atau usodo. Jampi atau usodo memiliki arti penyembuhan menggunakan ramuan obat-obatan atau doa-doa. Istilah jampi banyak ditemukan pada naskah kuno, seperti pada naskah Gatotkacasraya yang ditulis oleh Mpu Panuluh dari Kerajaan Kediri pada masa Raja Jayabaya.

Jamu merupakan warisan leluhur yang sangat berharga. Minuman ini telah memegang peranan penting dalam pemeliharaan kesehatan dan kebugaran masyarakat nusantara sejak ratusan tahun silam. 

Secara sederhana, jamu dapat juga disebut sebagai obat herbal asli Indonesia yang diracik menggunakan bahan-bahan alami untuk menjaga kesehatan dan juga menyembuhkan penyakit. Bahan-bahan yang digunakan cukup mudah ditemukan di lingkungan seperti daun, rimpang, batang, buah, bunga, dan kulit batang.

Jamu sendiri memiliki beberapa jenis, mulai dari yang berbentuk kapsul, tablet, sachet, hingga tradisional seperti jamu gendong. Dari berbagai jenis tersebut, jamu tradisional atau yang lebih dikenal dengan jamu gendong masih digemari masyarakat dari bermacam kalangan.

Arti dari menggendong bakul jamu

Jamu gendong adalah jamu hasil produksi rumahan (home industry). Jamu ini dijajakan dengan cara memasukkannya ke dalam botol-botol. Kemudian, botol-botol ini disusun secara rapi di dalam bakul. Setelah itu, penjual jamu akan menggendong bakul yang berisi jamu tersebut saat berjualan. Itulah sebabnya, jamu ini dikenal sebagai jamu gendong. 

Biasanya para penjual jamu gendong memasarkan dagangannya dengan cara berkeliling setiap hari. Penjual jamu gendong kebanyakan adalah kaum hawa. Hal ini karena dahulu tenaga laki-laki lebih diperlukan dalam bidang pertanian.

Hal yang membuat menarik dari jamu gendong adalah cara membawa barang dagangannya, yaitu digendong menggunakan kain batik, jarik, dan sebagainya. Ini adalah ciri khas perempuan Jawa dari dulu, bahkan sampai saat ini. Tidak hanya jamu, dagangan lain seperti pecel, nasi liwet, dan juga aneka jajanan juga sering dijajakan dengan cara digendong.

“Menggendong” memiliki arti dan makna tersendiri. Menggendong identik dengan seorang ibu yang memomong anak kecil. Jadi, perempuan Jawa menggendong barang dagangannya (rezeki) seperti membawa anak kecil yang harus dilakukan dengan lemah lembut dan telaten. 

Sudah ada sejak zaman kerajaan Hindu-Buddha

 

Siapa sangka jamu sudah ada sejak zaman dahulu? Terdapat banyak sekali bukti sejarah yang menyebut bahwa jamu telah ada pada zaman kerajaan Hindu-Buddha. Relief yang menggambarkan pembuatan atau penggunaan jamu ditemukan pada beberapa candi di Indonesia seperti Candi Borobudur, Prambanan, Penataran, Sukuh, dan Tegalwangi. 

Selain dari relief candi, jamu juga ada dalam Prasasti Madhawapura peninggalan Kerajaan Majapahit. Dalam prasasti, disebutkan bahwa profesi peracik jamu yang disebut dengan acaraki. Seorang acaraki harus berdoa terlebih dulu sebelum meracik jamu. Ia juga harus bermeditasi dan berpuasa sebelum meramu jamu. 

Semua ini harus dilakukan supaya ia bisa merasakan energi positif yang bermanfaat untuk kesehatan. Ritual ini dilakukan karena masyarakat Jawa kuno percaya bahwa Tuhan adalah sang penyembuh sejati.

Awalnya, jamu hanya diperuntukkan bagi kalangan istana kerajaan. Namun lambat-laun akhirnya jamu mulai didistribusikan untuk masyarakat. Pada perkembangan selanjutnya banyak pedagang yang berjualan jamu secara berkeliling. Laki-laki membawanya dengan dipikul, perempuan membawanya dengan digendong.

Seperti yang telah disebutkan di atas tadi, tenaga laki-laki lebih dibutuhkan di bidang pertanian. Maka dari itu penjual jamu mulai didominasi oleh kaum perempuan yang menjajakannya dengan cara digendong.

Saat ini, jamu tradisional masih sering dijumpai. Hanya saja cara menjajakannya sudah bervariasi, ada yang menggunakan sepeda, motor, ataupun gerobak. Meski berbeda cara menjajakannya, jamu yang dijual masih sama seperti penjual jamu gendong.

Sekarang Sobat SMP sudah mengetahui tentang jamu gendong. Siapa nih yang sudah pernah merasakan jamu gendong? Yuk tulis pengalaman kalian di kolom komentar ya Sobat SMP!


 

 Referensi: Buku Jamu Gendong Solusi Sehat Tanpa Obat terbitan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa tahun 2018



1017 Komentar :

make money with Cryptocurrency Lending
23 Maret 2022 - 17:01:46 WIB

Hello colleagues, its impressive piece of writing on the topic of cultureand fully defined, keep it
up all the time.
frills wraparound dress
23 Maret 2022 - 21:01:52 WIB

We're a group of volunteers and starting a new scheme in our community.
Your web site offered us with valuable info to work on. You've done a formidable job and our entire community will be grateful to you.
audi grandsphere concept 2022 interior
23 Maret 2022 - 21:09:58 WIB

Heya i am for the first time here. I came across this board and I find It really useful & it helped me
out a lot. I hope to give something back and help others like you
helped me.
Audi Concept
23 Maret 2022 - 21:43:09 WIB

hello!,I love your writing very a lot! percentage we communicate extra approximately your post on AOL?
I need a specialist in this area to resolve my problem.
May be that's you! Taking a look ahead to peer you.
Wellness Wheel PLR review
23 Maret 2022 - 21:59:44 WIB

Thanks for finally writing about >Jamu Gendong, Warisan Leluhur yang Sudah Ada Sejak Ratusan Tahun Silam <Loved it!
click here for info
24 Maret 2022 - 08:11:03 WIB

Great work! That is the type of info that are meant to be shared around the
net. Shame on the search engines for now not positioning this put up upper!

Come on over and visit my website . Thanks =)
диплом института
24 Maret 2022 - 14:26:10 WIB

Its like you read my mind! You appear to know a lot about this, like you wrote the book in it or something.
I think that you could do with some pics to drive the message home a bit, but instead of that, this is excellent blog.
An excellent read. I will definitely be back.
telephone amour voyance
24 Maret 2022 - 16:08:07 WIB

It's in point of fact a great and useful piece of info.
I am happy that you simply shared this helpful info with
us. Please stay us up to date like this. Thanks for sharing.
дипломы
24 Maret 2022 - 16:30:10 WIB

Hi there! I'm at work browsing your blog from my new iphone 4!
Just wanted to say I love reading your blog and look forward to all your posts!

Carry on the excellent work!
cute animals
24 Maret 2022 - 16:53:22 WIB

Hey I know this is off topic but I was wondering if you knew of any widgets I could
add to my blog that automatically tweet my newest twitter updates.
I've been looking for a plug-in like this for quite
some time and was hoping maybe you would have some experience
with something like this. Please let me know if you run into anything.

I truly enjoy reading your blog and I look forward to your new updates.
<< First | < Prev | ... 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | ... | 102 | Next > | Last >>

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 


Langganan RSS





/ /


Mei, 2022
MSSR KJS
1234567
891011121314
15161718192021
2223 2425262728
293031    





16765021

Pengunjung hari ini : 1454
Total pengunjung : 1187852

Hits hari ini : 8665
Total Hits : 16765021

Pengunjung Online: 94





Apa Browser Favorit Anda?

Internet Explorer
Mozilla Firefox
Google Chrome
Opera

Lihat Hasil Poling







Nama :
Website :
Pesan